Senin, 16 Januari 2012

Makanan Sehat yang Tidak Populer

Banyak makanan sehat yang tersedia di alam ini. Tapi, ada beberapa makanan yang cenderung kita abaikan, entah karena tidak tahu bagaimana memasaknya atau hanya karena bentuknya yang tidak menarik. Di bawah ini adalah 5 makanan sehat yang mungkin sering tidak Anda lirik, tetapi justru menyimpan begitu banyak nutrisi penting bagi tubuh:

1. Plum kering (prunes)
Makanan ini sekilas memang terlihat tidak menarik. Tetapi mereka memiliki kandungan kalium dua kali lebih banyak dari pada pisang dan lebih tinggi kandungan antioksidan (38 persen) ketimbang blueberry! Bahkan, prunes juga menyediakan banyak serat makanan larut dan tidak larut - termasuk pektin, sejenis serat larut yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah.

2. Bit
Bit mengandung serat, zat besi, dan vitamin C. Selain itu, makanan ini juga mengandung betacyanin - senyawa kuat yang dapat melawan kanker dan telah terbukti membantu mencegah kanker usus besar. 
Bit juga mengandung antioksidan yang telah terbukti efektivitasnya dalam menurunkan kolesterol total sekaligus meningkatkan HDL (kolesterol baik)! Jangan memasak bit terlalu lama, karena aktivitas anti-kanker yang terkandung pada bit dapat berkurang oleh panas.

3. Labu
Satu porsi labu mengandung hampir 3 gram serat dan dikemas dengan beta karoten. Beta karoten adalah  antioksidan yang dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung. 

4. Terong
Bentuknya yang lonjong dan berwarna ungu memang terlihat kurang menarik. Tetapi jangan lihat tampilan luarnya saja. Buah yang sering dijadikan sayuran ini memiliki jumlah serat dan mengandung banyak Vitamin B1, B3, dan B6. Plus, mengandung asam chlorogenic - senyawa yang paling ampuh dalam menangkal radikal bebas dan nasunin - antioksidan yang terbukti mampu melindungi lipid (lemak) dalam sel otak, mencegah kerusakan sel yang dapat menyebabkan kanker, dan membantu mencegah rheumatoid arthritis.

5. Kacang

Sebuah penelitian telah menunjukkan sejumlah manfaat kesehatan dari konsumsi kacang mulai mencegah kanker sampai pada mencegah penyakit jantung dan mengatur gula darah. Selain serat, kacang-kacangan juga memiliki kandungan tinggi antioksidan dan protein. Sumber

Minuman Energi, Seberapa Perlu?

Sebaiknya Anda tidak mudah tergiur iklan minuman berenergi karena bisa-bisa Anda hanya membuang uang dengan percuma. Para ahli kebugaran menyatakan, minuman energi hanya diperlukan oleh mereka yang akan melakukan kegiatan fisik dan butuh energi besar, seperti pelari marathon.
Menurut Nick Hudson, ahli kebugaran dari Inggris, minuman energi sebenarnya mengandung cukup banyak kalori. Karena itu jika Anda termasuk orang yang berolahraga kurang dari dua jam setiap hari, sebaiknya tak perlu mengonsumsi minuman energi.
"Banyak orang yang minum minuman energi yakin energinya akan bertambah sehingga bisa berolahraga lebih lama. Padahal kebanyakan produk minuman itu adalah minuman berkalori. Meminumnya berarti Anda perlu olahraga lebih lama untuk membakar kalori yang baru ditambahkan dari minuman itu," kata Hudson.
Ia menambahkan, minuman energi hanya cocok untuk mereka yang akan melakukan pekerjaan fisik cukup besar. "Sebenarnya tidak ada manfaat bagi kita yang cuma ingin berolahraga kurang dari dua jam," katanya.
Untuk para penggemar olahraga kebugaran, Hudson menyarankan untuk menghindari dehidrasi dengan cukup minum air putih karena saat berlatih banyak keringat yang keluar.
Minuman energi kebanyakan mengandung karbohidrat untuk memasok bahan bakar dengan cepat bagi tubuh. Minuman jenis ini juga biasanya mengandung sodium yang mempertahankan keseimbangan cairan. kompas.com

Bahaya Minuman Berenergi Kembali Disampaikan

Para pakar di Australia kembali memperingatkan bahaya kesehatan pada produk minuman berenergi karena kandungan kafeinnya yang tinggi. Peringatan ini disampaikan menyusul peningkatan jumlah orang yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi minuman tersebut.

Para pakar kesehatan dari University of Sydney's Medical School dan The New South Wales Poisons Information Centre mengatakan jumlah orang yang dilaporkan menderita sakit akibat minuman berenergi naik dari 12 orang di tahun 2004 menjadi 65 orang di tahun 2010.

Dalam tujuh tahun terakhir sampai dengan tahun 2010, terdapat 297 panggilan dan sedikitnya 128 orang dirawat di rumah sakit karena berbagai gejala, termasuk nyeri perut, jantung berdebar-debar, serta agitasi. Dari jumlah tersebut sebanyak 20 orang mengalami gejala lebih serius seperti kejang dan halusinasi.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Medical Journal of Australia menyebutkan rata-rata usia orang yang menderita gangguan kesehatan itu adalah 17 tahun dan kebanyakan mencampur minuman energi dengan alkohol.

Para pakar tersebut merekomendasikan agar otoritas kesehatan yang berwenang mewajibkan produsen minuman energi menambahkan bahaya efek samping dalam kemasan. 

Satu kaleng minuman energi mengandung sampai dengan 300 miligram kafein, yang setara dengan 65-120 mg cangkir kopi. 

"Hal yang harus diperhatikan oleh konsumen adalah berapa banyak kafein yang terkandung, berapa jumlah maksimal konsumsi, batasan usia, serta diperlukan batasan pembelian," kata Naren Gunja, direktur medis Poisons Centre. kompas.com

Sosis Tingkatkan Risiko Kanker Pankreas?

Kembalilah kepada konsumsi makanan alami karena kebiasaan mengasup daging yang sudah diproses seperti sosis akan meningkatkan risiko kanker pankreas. Demikian disampaikan para pakar. Kendati risikonya kanker terbilang kecil namun mengurangi konsumsi daging yang diproses dari menu makanan adalah sebuah langkah sehat.

Berdasarkan analisa terhadap tujuh penelitian yang sudah dipublikasikan, para peneliti di Swedia menemukan peningkatan risiko kanker pankreas sampai 19 persen pada mereka yang mengonsumsi 4 ons daging yang diproses setiap hari. 

"Dalam hidup, risiko seseorang terkena kanker pankreas adalah 1,4 persen. Jika kita terbiasa mengonsumsi daging yang diproses seperti sosis atau bacon, risikonya naik menjadi 1,7 persen," kata Dr.Richard Besser.

Menurut data The National Cancer Institute, kanker pankreas diderita 1 dari 65 orang di Amerika. Sebenarnya jika dideteksi dini peluang harapan hidup pasien tinggi, namun kanker ini sulit dideteksi pada stadium awal. Di stadium lanjut, usia harapan hidup pasien dalam 5 tahun hanyalah 5,5 persen.

Seperti halnya jenis kanker lainnya, penyebab pasti kanker pankreas masih belum jelas. Namun kanker ini banyak ditemukan pada mereka yang merokok, menderita diabetes atau obesitas. Faktor lain yang terus digali adalah kebiasaan mengonsumsi daging yang diproses.

Menurut Besser, daging yang diproses juga dikaitkan dengan kanker kolon dan saluran kemih. Daging yang diproses diketahui mengandung garam dan lemak yang tinggi sehingga bisa mengundang gangguan kesehatan lainnya.

Kaitannya dengan kanker, para pakar curiga pada nitrit, bahan kimia pengawet yang dipecah di perut dan terbawa ke pankreas melalui peredaran darah. "Untuk amannya, Anda bisa mencari produk yang tidak mengandung nitrit," kata Besser.

The American Meat Institute Foundation (AMIF) sendiri mengatakan daging merah dan juga daging yang diproses merupakan bagian dari diet seimbang yang sehat. Merekea berpendapat satu studi kecil tidak bisa dipakai sebagai dasar kesimpulan.

"Agar tetap sehat, yang harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang, berat badan ideal, serta gaya hidup yang sehat," kata James Hodges, presiden AMIF.kompas.com

Mau Berumur Panjang? Bacalah Berita Terkini

Orang yang suka membaca berita terbaru, hidupnya akan lebih sehat, dan umurnya akan lebih panjang. Karena berdasarkan penelitian, orang yang suka membaca berita, baik dari media cetak, televisi ataupun internet, akan memiliki pola makan yang lebih sehat.

Penelitian ini menemukan hasil bahwa mereka yang palingup to date akan berita, bisa melakukan diet yang lebih sehat daripada mereka yang kurang informasi. Ini berarti media massa berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan.

Penelitian ini mengambil contoh dari seribu orang dewasa di Italia. Penelitinya, Dr Americo Bonanni, dari Universitas di Roma, Italia, menyatakan ada korelasi antara paparan informasi dan kebiasaan makan. “Kita lihat pada kebiasaan makan mereka,” ujarnya, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (16/1).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang mendapatkan informasi lebih cepat, yang disampaikan oleh sumber media massa yang ia baca, misalnya, bisa menunjukkan kepatuhan yang lebih tinggi pada diet dan pola makannya. “Hal ini bisa efektif untuk mengurangi risiko penyakit kronis dan neurodegenerative,” katanya.

Ia menemukan, bahwa orang yang banyak membaca berita terkini, bisa tahu informasi kesehatan lebih cepat, dan bisa melakukan diet yang lebih sehat. Orang-orang ini akan lebih banyak makan makanan bergizi, seperti buah segar yang bermanfaat mengurangi resiko obesitas, penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya.republika

Pembenaran Bukti Ilmiah Haramnya Daging Babi

Sebuah hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari peneliti Swedia menyebutkan konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas. Penelitian ini semakin memperkuat kebenaran aturan agama yang melarang konsumsi daging babi.

Menurut National Cancer Institute, potensi kanker pankreas dapat terjadi dengan perbandingan satu dari 65 orang. “Apabila anda mengkonsumsi daging babi tersebut setiap hari, resiko anda akan naik menjadi 1,7 persen. Itu memang masih sangat kecil,” ujar peneliti dari National Cancer Institute, Dr Richard Besser, kepada ABC News, Sabtu (14/1).

Makanan yang berasal dari babi setidaknya dilarang oleh dua agama besar dunia, Islam dan Yahudi. Dalam Alquran, larangan tersebut tertulis: "Diharamkan bagimu daging dari bangkai hewan, darah, dan daging babi, dan setiap (makanan) yang disembelih selain dari nama Allah.''

Sedangkan, pelarangan babi di Yahudi tertulis dalam Alkitab di Perjanjian Lama. "Dan babi, meskipun itu berkuku dan berkaki belah, dia adalah haram untukmu. Daging mereka janganlah kamu makan, bangkai mereka janganlah kamu sentuh. Mereka haram bagimu.''

Menurut sebuah laporan di Los Angeles Times, orang Cina tercatat sebagai pengkonsumsi babi terbesar dunia. Masyarakat Cina rata-rata mengkonsumsi 50 kg daging babi per tahun atau dua kali lipat dari orang Amerika. Cina juga merupakan produsen daging babi terbesar dunia dengan 460 juta ekor babi atau setengah dari total konsumsi babi global.

Padahal dalam beberapa teks Cina kuno, praktek mengkonsumsi babi ini sebenarnya dilarang. Kitab Konfusian dari Ritus yang berumur 3.000 tahun lalu mengatakan: "Seorang pria tidak boleh makan daging babi dan anjing." Pelarangan babi terdapat juga dalam sebagian kelompok Hindu dan Kristen seperti Advent Hari Ketujuh serta Gereja Ortodoks Ethiopia. republika

Sumpit di Surga dan Neraka

Seorang wanita tua yang baik hati dan selalu mengabdikan diri untuk menolong orang lain jatuh sakit dan meninggal. Sebelum ditetapkan akan masuk ke surga dan neraka, wanita itu punya permintaan pada malaikat, "Biarkan aku melihat perbedaan surga dan neraka," sang malaikat mengabulkan permohonan wanita tua itu, dia dibawa terlebih dahulu ke neraka.

Di neraka, sang wanita tua melihat sebuah ruangan dengan meja panjang. Di atasnya, terdapat limpahan makanan yang tampak lezat. Ada yang berbeda, semua manusia di neraka ternyata tidak memiliki siku, tangan mereka tak bisa ditekuk dengan sumpit yang menempel di jari-jari. Seperti apapun mereka memakai sumpit untuk memasukkan makanan ke mulut, sia-sia karena lengan mereka tak dapat ditekuk, lurus, dan kaku.

Manusia-manusia di neraka tampak sengsara, mereka tampak menderita, frustasi dan kelaparan sekalipun di depan mereka banyak makanan yang melimpah ruah. Sang wanita tak tahan dengan penderitaan penghuni neraka, "Malaikat, mengapa mereka demikian?", lalu sang malaikat menjawab, "Tentu saja, ini neraka,". Kemudian sang malaikat membawa wanita tua ke surga.

Di surga, keadaan ternyata tak jauh berbeda dengan neraka. Ada meja panjang yang dilengkapi dengan setumpuk makanan yang tampak lezat. Manusia yang menghuni surga ternyata memiliki kesamaan dengan penghuni neraka, mereka memiliki lengan yang kaku dan tak bisa ditekuk, dengan sumpit menempel pada jari.

Berbeda kondisi dengan penghuni neraka, para penghuni surga tampak bahagia, sehat dan beberapa dari mereka tertawa riang gembira. "Aku pikir keadaan di sini tak jauh berbeda dengan neraka, tangan kaku dan sumpit yang menempel," ujar sang wanita tua. Kemudian sang malaikat tersenyum, "Tentu saja berbeda, di surga, dengan kondisi tubuh yang sama dengan penghuni neraka, mereka tak keberatan saling menyuapi satu dan yang lain." 

Sahabat, kira-kira seperti itulah gambaran surga yang bisa kita ciptakan di dunia. Memang, surga dan neraka masih menjadi misteri saat kita bernapas, tetapi kita bisa menciptakannya di dunia, dengan cara.. tidak keberatan membantu orang lain dan mau terus belajar untuk menemukan solusi di antara masalah hidup yang adaSumber