Selasa, 07 Februari 2012

The Amazing Spider-Man Meluncurkan Trailer Baru Yang Fantastis

Akhirnya trailer terbaru yang sudah sangat ditunggu-tunggu akhirnya dirilis juga. Setelah beberapa hari yang lalu  
Ya, trailer terbaru ini milik The Amazing Spider-Man. Film versi baru Spider-Man dengan kisah yang berbeda dari film sebelumnya.
Masih menceritakan tentang kehidupan Peter Parker, tetapi sudah bukan Tobey Maguire lagi yang ada dibalik topeng sang Spider-Man melainkan Aktor Andrew Garfield (The Social Network).
Tokoh kekasihnyapun sudah bukan lagi Mary Jane (Kirsten Dunst) melainkan Gwen Stacy yang akan diperankan oleh Emma Stone.
The Amazing Spider-Man ini bukan sequel ataupun prequel dari Spider-Man karya Sam Raimi. The Amazing Spider-Man merupakan sebuah reboot (dikisahkan dari awal lagi dengan kisah yang hampir sama tapi dengan pemain dan penggarapan yang berbeda) dari kisah Spider-Man.
Spidey akan siap bergelantungan diantara gedung-gedung dan menumpas para penjahat lagi mulai tanggal 3 Juni 2012 di Bioskop.
Trailer terbarunya yang akan Sidomi tampilkan berikut ini menampilkan Spider-Man yang kali ini harus melawan musuh terbarunya yaitu sosok manusia kadal berwarna hijau yang sangat menyeramkan bernama Lizard.
Bagaimana pertarungan seru antara Spider-Man dan Lizard? Anda silahkan saksikan sendiri di trailer barunya berikut ini :

Foto Diri Yang Bikin Bangga

Musim panas tahun 1993, Jenderal Colin Powell yang ketika itu mengepalai Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS, mengunjungi serdadu Amerika Serikat yang bertugas di Somalia. Selama 20 jam sehari, ia bisa berpindah-pindah ke 23 pos hanya untuk menyambangi anak buahnya. “Bertemu muka dengan tentara, itulah yang saya lakukan,” ujar Powell di majalah Life. Di suatu markas, Powell berjabat tangan dengan lebih dari 400 orang serdadu, tak lupa berfoto bersama mereka. Bayangkan, betapa capek dan repotnya Powell kalau harus melayani foto bersama orang sebanyak itu, satu per satu.
Mengapa jenderal ini mau meluangkan waktunya di tengah jadwal kegiatannya yang pada hanya sekadar untuk ber ... ha ... he ... he ... dengan para prajurit. Jawabnya, karena Powell tidak bisa melupakan kejadian yang dialaminya ketika mengunjungi rumah sakit veteran di Washington.
Pengalaman yang ditemui di hampir semua kamar di rumah sakit itu amat menyentuh hatinya. Dengan bangganya para veteran yang ia bezoek selalu menunjukkan potret diri mereka yang berpose dengan komandannya. Meski foto itu telah kumal dan berwarna kuning.

“Foto yang mereka ambil 40 tahun lalu dengan jenderal mereka, adalah hal yang paling membanggakan dalam hidupnya,” itulah yang selalu diingat Powell. (Bits&Pieces) Sumber

Senin, 06 Februari 2012

Gelap Takkan Jadi Gelap Bila Memejamkan Mata

Seorang guru berkata pada muridnya, "wahai murid, saat kau bermeditasi nanti, jangan biarkan seekor harimau masuk ke dalam pikiranmu. Apapun yang muncul di hadapanmu, asal bukan harimau. Jangan pernah ijinkan harimau muncul di pikiranmu." Si muridpun mulai cemas memikirkan perkataan gurunya dan merasa ketakutan. Bagaimana bila ternyata harimau itu memang muncul. Apa yang kira-kira akan terjadi ya? Apakah ia akan selamat ? Apakah harimau itu akan menerkamnya? Ketakutan demi ketakutanmu mulai mengganggu pikirannya, hingga tiba saatnya ia harus bermeditasi...

"Guru... guru...." teriak si murid. "Maafkan aku guru, tapi harimau itu memang muncul. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku ketakutan dan langsung bangun dari meditasiku. Aku takut harimau itu akan menerkamku," kata si murid sambil terisak. Sang gurupun hanya tertawa terkekeh. Tentu saja ia tak terkejut dengan apa yang dilaporkan si murid kepadanya. Ia sudah bisa menebak bahwa muridnya akan ketakutan dan justru si harimau muncul dalam meditasinya.

"Anakku... sebenarnya harimau itu hanya ada di pikiranmu. Ia tidak akan menyakitimu, namun bayanganmulah yang membuatmu ketakutan kalau-kalau ia menyakitimu," ungkapnya dan melanjutkan kembali tawanya.

Apabila sang guru tak menceritakan tentang si harimau, maka si murid tak akan berpikir negatif. Apabila si murid tak berpikiran negatif, maka ia tak akan ketakutan sampai membuyarkan meditasinya.

Inilah yang harus dipetik oleh orangtua dan anak-anak.

Sebagai orangtua, hendaknya kita tidak menjejalkan rasa takut kepada anak-anak. Tidak pula membuat mereka takut akan gelap, menceritakan monster atau hantu yang akan memakan mereka jika mereka tidak menuruti nasehat orangtua, atau menakut-nakuti mereka saat mereka akan belajar berjalan. Orangtua, hendaknya memberikan pendampingan dan pengawasan, mengajarkan bagaimana cara melakukan sesuatu hal dengan benar agar anak-anaknya tidak selalu hidup dalam ketakutan.

Dan demikian juga anak-anak, hendaknya tidak selalu memunculkan pikiran-pikiran buruk terhadap suatu hal yang akan menimpa mereka. Nasehat orangtua adalah sebuah bimbingan dan pengingat, bukan ancaman yang membuat diri jadi takut dan nyali menciut.

Gelap, tak akan menjadi gelap bila kita memejamkan mata. Gelap, tak akan lagi menakutkan bila kita percaya tak ada sesuatu yang menakutkan di sana. Sumber

Rajin Itu Perlu Tapi Tidak Cukup

Pak Setro terkejut melihat permukaan kolam di belakang rumahnya berbuih dan berbau busuk. Padahal di dalam kolam itulah ia, istri, dan anak-anaknya sering mandi dan mencuci. Pak Setro rajin dan cepat bertindak, ia segera mengambil ember lalu dengan giat ia menciduki buih di permukaan kolam tersebut. Perut lapar pun tak terasakan. Celakanya, buih-buih itu selalu muncul kembali, seakan-akan tak ada habis-habisnya.
Lewatlah adik Pak Setro. Setelah menanyakan apa yang sedang dilakukan Pak Setro, sang adik menutup saluran air yang masuk ke kolam dan membuka saluran pembuangan air kolam. Ketika air kolam mulai habis, tampaklah bangkai anjing di dasar kolam. Bangkai itu diangkat dan ditanam di dalam tanah, lalu dasar kolam dibersihkan serta dikeringkan, maka bau busuk pun hilang.
Melihat itu semua Pak Setro berterima kasih kepada adiknya bukan hanya karena kolamnya sudah bersih, tapi terutama atas pelajaran kebijakan yang ia terima. (Kumpulan Cerita Bijak) Sumber

30 Tahun Untuk Penerangan Batin

Seorang muda datang kepada seorang Guru dan bertanya, "Kira-kira saya membutuhkan berapa waktu untuk memperoleh penerangan batin?"
Kata Guru itu, "Sepuluh tahun."
Orang muda itu terkejut. "Begitu lama?" tanyanya tidak percaya.
Kata Guru itu, "Tidak, saya keliru. Engkau membutuhkan dua puluh tahun."
Orang muda itu bertanya, "Mengapa Guru lipatkan dua?"
Guru itu berkata, "Coba pikirkan, dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan tiga puluh tahun."
Beberapa orang tidak pernah belajar sesuatu karena mereka menggenggam segala sesuatu terlalu cepat. Kebijaksanaan bukanlah suatu titik sampai akan tetapi suatu cara berjalan. Kalau  engkau  berjalan  terlalu  cepat,  engkau  tidak akan melihat pemandangan yang indah.
Dengan tepat mengerti ke mana engkau menuju mungkin merupakan cara yang paling tepat untuk tak tersesat. Tidak semua orang yang menggelandang tersesat. (The Prayer of The Frog) Sumber

Seni Modern


Hari itu pelukis termashyur Pablo Picasso sedang duduk menikmati kopi di sebuah kafe terbuka di Paris. Ia ditemani seorang prajurit Amerika yang mengaku punya minat seni. Ketika Picasso menerangkan hakikat seni lukis modern yang digelutinya, sang prajurit malah menggelengkan kepala.
“Maaf, saya tidak menyukai seni modern,” kata si prajurit terus terang.
“Mengapa tidak?” jawab sang seniman tanpa merasa sakit hati. Padahal dunia mengakuinya sebagai seniman modern terkenal dengan karya-karya yang bernuansa kubisme.
“Menurut saya, seni modern itu tidak realistis,” kilah si prajurit, “saya lebih menyukai lukisan-lukisan yang sama persis dengan objek yang dilukis.”
Picasso tidak bereaksi mendengar penjelasan lawan bicaranya. Ia justru asyik menuang kopi di cangkir si prajurit dan cangkirnya sendiri. Obrolan diselingi hal-hal lain, sampai akhirnya si prajurit membuka dompet dan memperlihatkan kepada Picasso beberapa gambar gadis idamannya yang kini berada jauh di AS. Picasso mengambil salah satu gambar tersebut dan mengamatinya dengan saksama selama beberapa menit.
“Astaga!” ia berteriak. “Apakah pacarmu benar-benar sekecil ini?” (Bits&Pieces) Sumber

Hakikat Pagar

Seekor singa ditangkap dan dimasukkan ke dalam suatu hutan konsentrasi. Ia terkejut ketika berjumpa dengan banyak singa lain yang sudah bertahun-tahun tinggal di sana. Beberapa di antaranya sudah berdiam seumur hidup.
Dalam waktu singkat ia terbiasa dengan berbagai kegiatan di kamp tersebut. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok; ada kelompok yang terlibat dalam pertunjukan-pertunjukan sirkus; kelompok kebudayaan karena bercita-cita melestarikan adat-istiadat, tradisi, dan sejarah masa lalu ketika kaum singa masih bebas merdeka. Juga ada kelompok religius, yang aktif berkumpul merenungkan hutan masa depan yang tidak ada pagar pembatasnya lagi.

Selain itu masih ada kelompok revolusioner. Mereka berkumpul untuk merencanakan pemberontakan terhadap orang-orang yang menangkap mereka. Pemberontakan seperit itu tiap-tiap kali pecah. Satu kelompok akan dibinasakan oleh yang lain, atau semua penjaga terbunuh dan diganti oleh seregu penjagal lain.
Ketika melihat sekeliling, pendatang baru itu mengenali seekor singa yang sering menyendiri. Selain tampak selalu berpikir dalam, ia tidak termasuk dalam kelompok mana pun. Ada yang aneh dalam dirinya sehingga membuat semua heran. Kehadirannya menimbulkan rasa takut. Ia berkata kepada pendatang baru itu, "Jangan masuk ke dalam kelompok mana pun. Makhluk-makhluk bodoh ini hanya sibuk dengan segala macam hal, tetapi tidak dengan yang hakiki."

"Apa sebetulnya yang hakiki itu?" tanya si pendatang baru.

"Mempelajari hakikat pagar." (Anthony de Mello) Sumber