Sabtu, 03 Maret 2012

Jangan Mengeluh (sebuah kisah nyata)

Alkisah, ada seorang bangsawan kaya raya yang tinggal di sebuah daerah padang rumput yang luas. Suatu hari, karena ternak yang dipunyainya semakin banyak, sang bangsawan memilih 2 orang anak muda dari keluarga yang miskin untuk dipekerjakan. Yang berbadan tinggi dan tegap dipekerjakan sebagai pengurus kuda. Sedangkan yang berbadan kurus dan lebih kecil dipekerjakan sebagai pengurus ternak kambingnya. Setelah beberapa saat, si badan tegap dengan arogan berkata kepada si badan kecil: "Hai sobat. Aku lebih besar badannya dari badanmu. Aku juga lebih tua darimu. Mulai besok, kita bertukar tempat. Aku memilih untuk mengurus kambing. Dan kamu menggantikan aku mengurus kuda. Awas kalau tidak mau! Dan awas ya, jangan laporkan masalah ini ke tuan kita! Kalau kamu berani lapor atau menolak, tahu sendiri akibatnya! Aku habisi badan kecilmu itu!" Sore hari, dengan muka murung dan langkah gontai dia pulang ke rumah. Sesampai di rumah, melihat muka murung dan kegalauan anaknya, si ibu bertanya: "Nak, ada apa? Ada masalah apa? Coba ceritakan ke ibu". Dengan kasih sayang dan kelembutan, mereka berbincang saat makan malam. Si anak pun menceritakan peristiwa yang tadi terjadi. Dengan bersungut-sungut si anak melanjutkan: "Sungguh tidak adil kan, Bu. Dia mengancam dan memaksa aku untuk mengurus kuda-kuda liar. Dia yang berbadan besar memilih mengurus kambing. Badanku kecil begini, bagaimana aku bisa mengejar-ngejar kuda yang begitu besar. Aduuuh Bu...sungguh jelek nasibku." ?Sambil menunduk lesu dia menghabiskan santap malamnya. ?Si ibu dengan senyum bijak berkata, "Nak. Semua masalah pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi, dan terima dengan besar hati. Tidak usah memusuhi dan membenci temanmu itu. Ibu percaya, semua kesulitan yang akan kamu hadapi, jika kamu mampu belajar dan kerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat dan bermanfaat untukmasa depanmu." ?Sejak saat itu, si anak kurus itu dengan susah payah setiap hari bergelut dengan pekerjaan mengurus kuda-kuda yang bertubuh tegap, besar, dan masih liar. Dia harus jatuh bangun mengejar mereka, kadang terkena tendangan, bahkan pernah terinjak hingga terluka parah. Dari hari ke hari keahlian dan kemampuannya menguasai kuda-kuda pun semakin membaik. Tidak terasa, tubuhnya pun berkembang menjadi tinggi, tegap dan perkasa. Hingga suatu hari, terjadi pecah perang antarnegara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Dan si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda-kuda. Di kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin dan memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya dan dikenal banyak orang karena kebesaran namanya. Dia adalah pemimpin bangsa mongol yang tersohor, bernama: Genghis Khan. Kerabat Imelda...Dalam putaran kehidupan sering kali kita dihadapkan pada keadaan yang sepertinya membuat kita dirugikan, menderita, dan kita pun tidak berdaya kecuali harus menerimanya. Kalau kita larut dalam kekecewaan, marah, emosi, pasti kita sendiri yang akan bertambah menderita. Lebih baik kita anggap ketidaknyamanan sebagai latihan mental dan kesabaran. Mari berjiwa besar dengan tetap melakukan aktivitas yang positif, sehingga sampai suatu nanti pasti perubahan lebih baik, lebih luar biasa akan kita nikmati! inspirasipagi

Ekor Yang Terputus

Alkisah, suatu hari di tepian parit sebuah desa, tampak seekor cicak kecil berusaha berlari menghidari sergapan ular yang sedang kelaparan. Rimbunnya rumput di sekitar situ membantu cicak menyelamatkan diri, tetapi usaha si cicak tidak bertahan lama... Hup, ekor cicak pun tertangkap sang ular. Dengan kekuatan seadanya, cicak berupaya dan terus berjuang untuk meloloskan diri dari ular itu. Demi menyelamatkan nyawanya, cicak menggunakan upaya terakhir dengan memutuskan ekornya dan segera melarikan diri dengan berlari sekuat tenaganya. Kebetulan kejadian itu dilihat oleh seorang petani. Karena merasa kasihan, berkatalah si petani kepada si cicak. "Hai cicak kecil, sungguh beruntung kamu bisa menyelamatkan diri dari santapan si ular. Namun sayang sekali ekormu harus terputus. Apakah kamu merasa sangat kesakitan?" Dengan mata kecilnya, si cicak kecil menatap ke mata simpati si petani sambil menganggukkan kepalanya. Terlihat samar matanya berkaca-kaca. Si petani tersentuh hatinya dan menawarkan bantuannya kepada cicak itu. "Kemarilah cicak, aku akan membantu membalut lukamu. Aku punya obat luka yang mujarab untuk menyembuhkan lukamu." Si petani lalu mengeluarkan sebungkus obat. "Terima kasih, Pak Petani. Kami kaum cicak, biarpun kecil dan lemah tetapi telah dibekali oleh Yang Maha Kuasa kemampuan menyelamatkan diri dari bahaya dengan memutuskan ekor di saat yang genting. Walaupun kami merasakan kesakitan saat melakukan itu, tetapi secara alami, alam akan membantu menyembuhkan dan menumbuhkan ekor seperti semula. Kebaikan hari Pak Tani membalut lukaku, justru akan menghambat pertumbuhan ekor baruku. Terima kasih atas kebaikan hatimu. Aku sendiri sangat bersyukur atas rasa sakit ini. Itu menyadarkan kepadaku bahwa aku harus lebih menghargai kehidupan ini dengan berjuang dan mensyukuri setiap hari yang masih tersisa untukku. Sekali lagi terima kasih dan sampai jumpa pak Tani," si cicak merangkak menjauh sambil memikul rasa sakit yang sangat. Jauh di dalam hatinya, cicak tahu, semua penderitaan ini hanyalah sebuah proses pendewasaan yang harus dilalui. Kerabat Imelda....Kalau menghadapi kesulitan, cobaan, kita hanya bisa merengek, mengeluh minta dikasihani maka nasib tidak akan berubah menjadi lebih baik. Justru harus belajar keras pada diri sendiri untuk tetap tegak, tegar dalam menghadapi setiap masalah yang muncul di hadapan kita. Penderitaan hidup dan rasa sakit tidak akan membuat kehidupan kita berakhir dengan sia-sia, selama kita sadar bahwa di setiap penderitaan dan rasa sakit selalu ada hikmah yang bisa diambil. Yakni sebuah proses untuk menguatkan dan mendewasakan kita, agar kita tumbuh sebagai pribadi yang lebih dewasa dan siap berjuang demi menciptakan kehidupan sukses yang lebih baik dan lebih luar biasa! inspirasipagi

Memaknai Hari

Tadi pagi sebelum subuh, tiba-tiba saja saya kepikir untuk membuat istilah-istilah untuk setiap hari. Walau agak telat, anggaplah ini sebagai salah satu resolusi di tahun 2012 ini.
Berikut nama-nama hariku:

Senin : hari kesehatan (health day)
Selasa : hari kekayaan (wealth day)
Rabu : hari keberuntungan (lucky day)
Kamis : hari persahabatan (friendship day)
Jumat : hari keberkahan (blessing day)
Sabtu & Minggu: hari kebahagiaan (happiness day)

Memang, hal di atas kelihatannya adalah hanya hal sepele namun ternyata sangat penting bagi kita untuk mencoba memaknai setiap hari yang kita lewati dalam framework yang positif. Ini bukan hanya slogan. Dan juga bukan bertujuan untuk mensakralkan hari-hari tertentu sehinga mengarah kepada mitos atau kemusyrikan.
Pernah nggak, kita mendengar curhat seseorang seperti ini: “Wah hari ini sial banget nih saya. Dari pagi istri udah ngomel-ngomel di rumah, terus anak-anak juga pada susah diatur lagi, dibangunin susah, disuruh ke sekolah susah. Ehh..sampe kantor saya juga dapat teguran dari atasan, katanya laporan yang saya kirim kemarin banyak yang salah.. wah, benar-benar hari sial nih, sudah jatuh ketimpa tangga lagi.”
Kondisi di atas sebenarnya mungkin hal yang lazim kita rasakan. Namun si ‘curhater’ (sang pencurhat maksudnya) memaknai semua kejadian yg dia rasakan di hari itu sebagai sebuah hal yg negatif (kesialan).
Coba kalau kita ubah statement-nya menjadi sbb: “Alhamdulillah nih, hari ini saya banyak dapat pelajaran berguna sejak pagi. Istri banyak memberi masukan-masukan dan perilaku anak-anak membuat saya berfikir untuk mencari metode-metode baru dalam mendidik mereka. Sudah gitu, atasan di kantor juga ngajarin saya cara buat laporan yang baik..wow pokoknya it’s a wonderful day!”
Gimana? Beda kan? Kondisi yang sama tetapi dimaknai dengan cara yang berbeda. Sesungguhnya setiap kejadian merupakan objek yang netral. Kemampuan kita dalam memaknai kejadian tersebutlah yang membuatnya terasa berbeda beda.
Salam Memaknai Kehidupan.terimakasihku.com

Cerita Mtifasi Kerja

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran pekerjaan seorang untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.
“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.
Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
Istirahat bukan berarti berhenti
Istirahat bukan berarti berhenti ,
Istirahat bukan berarti berhenti
Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !
Dari cerita motivasi kerja diatas, kiranya Anda semua dapat menyimpulkan bagaimana cara kerja yang baik, tanpa harus selalu menguras tenaga terus menerus, untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Semoga sedikit cerita motivasi kerja ini dapat menginspirasi kita semua. Amien  terimakasihku.com

Smua Orang Sama-Sama Penting

Apapun pekerjaan dan jabatannya, kehadiran seseorang pantas mendapat perhatian Anda.

Pada sebuah kampus di bulan pertama pengajaran, seorang profesor memberikan sebuah ujian akhir yang unik. Setiap mahasiswa hanya diberi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan mata kuliah dan satu pertanyaan di luar mata kuliah yang sedang ditempuh oleh para mahasiswa.

Semua mahasiswa tampak tidak mengalami kesulitan saat menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran terkait, tetapi mereka semua kebingungan menjawab pertanyaan terakhir yang tidak berhubungan dengan mata kuliah. Pertanyaan itu bertuliskan, "Siapakah nama wanita yang bertanggung jawab membersihkan kelas ini?"

Semua mahasiswa ingat bagaimana rupa wanita itu, dia adalah wanita paruh baya yang memiliki rambut kelabu, tinggi dan masih gesit bekerja walau usianya tidak lagi muda. Sayangnya, tak ada satu pun dari para mahasiswa yang tahu nama wanita tersebut. Beberapa mahasiswa menganggapnya lelucon.

"Apakah nama wanita ini dihitung sebagai nilai kami?" tanya satu mahasiswa.

"Tentu saja," jawab sang profesor. "Lihat kehidupan kalian jauh lebih luas! Saat kalian benar-benar terjun dalam masyarakat, maka kehadiran semua orang penting untuk kehidupan kalian. Mereka membawa peran yang berbeda-beda dan semuanya pantas mendapat perhatian kalian, apapun status dan pekerjaan mereka. Tak sulit bukan menanyakan nama lalu menyapa mereka 'Apa kabar?' sambil tersenyum?"

Akhirnya para mahasiswa mengerti inti dari pertanyaan yang aneh tersebut. Sejak mereka keluar dari ruang ujian, mereka membawa kebijaksanaan baru, dan akhirnya mereka tahu bahwa nama wanita yang selalu membersihkan kelas mereka adalah Rosalia KapanLagi.com

Mengapa Manusia Memiliki Banyak Masalah?

Mengeluh memang adalah hal yang termudah dan sulit untuk dihindari, terutama saat masalah silih berganti datangnya.

Siapa di antara Anda yang tak pernah mengeluh? Ah, hahaha... pertanyaan yang terdengar konyol di telinga kan? Mengeluh, hal yang manusiawi dilakukan oleh kita, apalagi yang namanya masalah tak pernah memandang siapa kita, dan berapa banyak masalah yang sudah kita miliki, ia tetap datang dan datang...

Pernah suatu kali, saat berbincang dengan seorang teman, tercetus sebuah pertanyaan, "kenapa ya, manusia itu diciptakan penuh dengan masalah?"

Ya, pertanyaan yang bagus, kenapa harus ada masalah?

Termenung cukup lama memikirkan jawabannya, yang ada hanyalah perasaan tak karuan. Merasa kecil, dihimpit oleh masalah-masalah besar tersebut.

Namun tak lama pertanyaan itupun terjawab. Coba amati, mereka yang hidupnya di jalanan. Tidur beratap langit dan di atas kasur trotoar. Kira-kira berapa banyak masalah yang mereka punya? Satu! Masalah terbesar mereka adalah 'bagaimana mereka bisa makan hari ini' Itu saja. Kecil bagi kita, tetapi besar bagi mereka.

Kemudian, bandingkan dengan mereka yang hilir mudik, keluar masuk kantor. Berapa banyak masalah yang dimiliki oleh mereka? Persoalan pekerjaan, persoalan rumah tangga, soal asmara bagi mereka yang masih lajang, ribet soal pembayaran kredit, dan lain sebagainya. Complicated bukan?

Saat ini mungkin Anda berada di salah satu posisi seseorang yang memiliki sekian banyak masalahnya sendiri. Bahkan, tak hanya melulu soal pekerjaan, tetapi juga orang tua yang hubungannya sedang kurang baik, kekasih yang tak kunjung melamar, belum juga mendapatkan pekerjaan, patah hati akibat dikhianati pasangan atau mantan yang terus menerus meneror. Ah... rasanya jenuh sekali dengan semua permasalahan tersebut. Tetapi, pikirkan lagi. Tuhan itu sungguh MAHA ADIL kok, setiap orang diberi porsi masalah yang berbeda-beda, bukan hanya sesuai dengan kemampuannya, tetapi juga pengalaman serta pelajaran yang telah didapatkannya. Semakin meningkat pengalaman dan pelajaran yang didapat, maka permasalahan akan bertambah berat levelnya, sampai Anda dapat belajar dari masalah tersebut.

Terjawab sudah kan, mengapa masalah itu datang silih berganti dengan jumlah yang sangat besar.

Selamat! Anda sudah naik ke level selanjutnya, dan bersiap saja untuk menemui masalah-masalah lain yang lebih complicated saat Anda naik level kelak. Kuncinya, berusahalah sebaik mungkin dan ambil setiap pelajaran terkecil sekalipun dari setiap masalah Anda. Jangan lupa, tetap bersyukur karena Anda masih diberi kesempatan untuk belajar banyak dari hidup Anda saat ini.

"Tuhan, saya berjanji tidak akan terlalu sering mengeluh dan mempertanyakan mengapa begitu banyak masalah ada di dalam hidup saya. Karena semua permasalahan itulah yang mendewasakan dan membuat saya hidup." KapanLagi.com

25 LAKI-LAKI YANG SEKSI

Engkau wanita yang mulia dan yang rindu dimuliakan oleh belahan jiwa yang dipantaskan oleh Tuhan dengan keindahan pribadimu, berikut ini adalah 25 sifat laki-laki yang semoga disatukan kedalam diri belahan jiwamu.

Cobalah untuk menyusun ke-25 daftar sifat ini dalam urutan yang paling kau sukai, dan engkau akan menemui urutan sifat yang harus kau bangun di dalam hati dan perilakumu.

Wanita yang baik bagi laki-laki yang baik, dan sebaliknya.

Ini dia!

Laki-laki yang seksi adalah:

1. Yang sukses.

2. Yang menghasilkan uang yang banyak, tapi menyerahkan semuanya kepadamu.

3. Yang tidak salah, tapi meminta maaf kepadamu, walau pun engkau yang salah.

4. Yang bisa masak.

5. Yang menyukai dan memuji masakanmu - apa pun rasanya.

6. Yang tidak bisa menyanyi, tapi menyanyikan lagu cinta untukmu.

7. Yang tegas kepada orang lain, tapi lembut kepadamu.

8. Yang gagah berani dalam pertempuran, tapi yang merengek manja di pangkuanmu.

9. Yang matanya terbelalak, nafasnya tercekat, super lebay dan berlebihan dalam memuji kecantikanmu.

10. Yang memimpin dunia dan dengan tegas mengharuskan kepatuhan kepada aturannya, tapi menurut kepada aturanmu.

11. Engkau tahu dia berbohong saat memujimu, tapi dia berbohong dengan indah, tulus, dan penuh cinta.

12. Yang hidup hanya untukmu.

13. Yang memerintah dan berkhotbah kepada semesta, tapi diam dengan wajah bayi dan tak bersuara saat engkau berbicara.

14. Yang berani menghadapi sebesar-besarnya musuh dan bencana, tapi yang sangat takut membuatmu menangis.

15. Yang suaranya menggelegar membuat guntur minder, tapi halus dan lembut saat menyebut namamu.

16. Yang menolak makan sebelum semua orang yang dipimpinnya makan, tapi mengikutimu di sekeliling dapur jika dia lapar.

17. Dia menyemangati rakyat untuk hidup dengan mandiri, tapi dia minta kau suapi saat makan.

18. Dia mengetahui arah perjalanan bangsa dalam menuju Indonesia yang jaya dan cemerlang, tapi kebingungan jika engkau tak bersamanya.

19. Dia pembawa pesan dari langit, tapi tetap meminta nasihatmu untuk keputusan yang penting bagi kebaikan banyak orang.

20. Dia bersedih dan menyalahkan dirinya sendiri jika engkau berlaku kasar kepadanya.

21. Saat engkau meminta maaf kepadanya, dia tersenyum dan meminta maaf telah menyebabkanmu berlaku seperti itu, walau sebetulnya engkau tahu hatinya tersayat pedih oleh kekasaranmu.

22. Dia mengharumkan namamu sebagai Permaisuri dalam kerajaannya.

23. Dia menjadikanmu seindah-indahnya perhiasan baginya.

24. Saat dia dihina oleh orang lain, dalam kemiskinan atau dalam kejatuhan derajat, dia tetap merasa yang tertinggi dan terkaya, karena dia memilikimu.

25. Engkau adalah kebanggaan hidupnya.